Suratini terdiri dari 4 ayat, 17 kata dan 76 huruf. Berikut ini bacaan surat al kafirun, tulisan arab dan latin: Iqlab adalah suatu hukum bacaan al quran yang terjadi apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan satu huruf saja yaitu huruf ba. Surat yunus sendiri merupakan surat ke 10. Baik ketika di dalam shalat maupun di luar shalat. Hukumtajwid bacaan al quran surat . Sebelum kita bahas bersama tajwidnya berikut adalah lapad dan terjemahan ayatnya. Surah Al Imran Ayat 159 190 Dan 191 Beserta Artinya from surat al imran ayat 190 191 beserta hukum tajwid dan isi. فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ Disiniada 1 hukum, yaitu mad ashli atau mad thobi'i karena ada wawu di dhommah dan alif difatah. Panjangnya adalah 1 alif atau 2 harakat. لًالُّ Ini adalah idghom bila gunnah, karena ada tanwin menghadapi huruf lam. لُبَدًا Ini adalah mad 'iwadl, karena ada huruf alif berharakat tanwin fatah kemudian diwaqofkan. Tadabbur Surat Al-Balad, akhir jalan mendaki. Menurut jumhur ulama dan ahli tafsir surat Al-Balad diturunkan Allah di Makkah Baca Juga: Tafsir Surat Yasin Ayat 69, Nabi Muhammad bukan Penyair. Oleh: Ustaz Dr. H. Saiful Bahri, M.A. Hukum Membakar Pakaian Bekas. 1680 shares. Share 672 Tweet 420. Hukum Mengikat Rambut . Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Teman-teman, kali ini kita akan membahas analisis hukum tajwid Al-Quran Surat Al-Balad Ayat 1-20 lengkap dengan penjelasannya. Amat penting kita untuk mempelajari ilmu tajwid ini. Untuk lebih jelasnya, baiklah kita langsung simak uraiannya berikut. Penjelasan terperinci dari nomor-nomor di atas adalah 1. Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat. 2. Qalqalah sughra karena huruf qalqalah qaf berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan. 3. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ha berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 4. Alif lam qamariyah karena huruf alif lam bertemu huruf ba. Dibaca secara jelas. 5. Qalqalah kubra karena huruf qalqalah dal diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal. 6. Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf ta. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. 7. Iqlab karena huruf lam berharakat dhamah tanwin bertemu huruf ba. Cara membacanya dengan tanwin berubah menjadi mim dan berdengung serta ditahan selama 3 harakat. 8. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ha berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 9. Alif lam qamariyah karena huruf alif lam bertemu huruf ba. Dibaca secara jelas. 10. Qalqalah kubra karena huruf qalqalah dal diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal. 11. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf wau berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 12. Idgham bighunnah karena huruf dal berharakat kasrah tanwin bertemu huruf wau. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat. 13. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 14. Qalqalah kubra karena huruf qalqalah dal diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal. 15. Qalqalah sughra karena huruf qalqalah dal berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan. 16. Qalqalah sughra karena huruf qalqalah qaf berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan. 17. Alif lam qamariyah karena huruf alif lam bertemu huruf hamzah. Dibaca secara jelas. 18. Ikhfa karena huruf nun sukun bertemu huruf sin. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf sin. 19. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf sin berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 20. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf fa' berharakat kasrah bertemu ya' sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 21. Qalqalah kubra karena huruf qalqalah dal diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal. 22. Idgham bilaghunnah karena huruf nun sukun bertemu huruf lam bertanda tasydid. Dibaca lebur tanpa dengung. Bunyi tanwin hilang. 23. Idgham bighunnah karena huruf nun sukun bertemu huruf ya'. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat. 24. Qalqalah sughra karena huruf qalqalah qaf berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan. 25. Mad lin karena huruf ya' sukun didahului oleh huruf lam berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat. 26. Qalqalah kubra karena huruf qalqalah dal diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal. 27. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf qaf berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 28. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 29. Idgham bilaghunnah karena huruf lam berharakat fathah tanwin bertemu huruf lam tasydid. Dibaca lebur tanpa dengung. Bunyi tanwin hilang. 30. Mad 'iwadh karena dal berharakat fathah tanwin dan diwaqaf. Cara membacanya tanwin dihilangkan dan panjangnya 2 harakat. 31. Idgham bilaghunnah karena huruf nun sukun bertemu huruf lam bertanda tasydid. Dibaca lebur tanpa dengung. Bunyi tanwin hilang. 32. Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf ya. Cara membacanya dengan jelas. 33. Mad shilah thawilah karena huruf ha kata ganti bertemu dengan huruf hamzah. Cara membacanya panjang 5 harakat. 34. Qalqalah kubra karena huruf qalqalah dal diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih tebal. Keterangan terperinci dari nomor-nomor di atas adalah 35. Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf nun. Cara membacanya dengan jelas. 36. Qalqalah sughra karena huruf qalqalah jim berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan. 37. Idgham mutamatsilain karena huruf lam sukun bertemu huruf lam berharakat tasydid. Cara membacanya huruf pertama diidghamkan ke huruf kedua. 38. Mad shilah qashirah sebab huruf ha kata ganti bertemu dengan huruf selain hamzah. Cara membacanya panjang 2 harakat. 39. Mad lin karena huruf ya' sukun didahului oleh huruf 'ain berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat. 40. Mad lin karena huruf ya' sukun didahului oleh huruf nun berharakat fathah. Dibaca panjang 6 harakat berhadapan dengan huruf yang diwaqaf. 41. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf sin berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 42. Idgham bighunnah karena huruf nun berharakat fathah tanwin bertemu huruf wau bertasydid. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat. 43. Mad lin karena huruf ya' sukun didahului oleh huruf ta berharakat fathah. Dibaca panjang 6 harakat berhadapan dengan huruf yang diwaqaf. 44. Mad lin karena huruf ya' sukun didahului oleh huruf dal berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat. 45. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 46. Ada dua hukum di sini, pertama alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah nun. Dibaca idgham masuk ke huruf nun . Kedua, ghunnah sebab nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat. 47. Qalqalah sughra karena huruf qalqalah jim berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan. 48. Mad lin karena huruf ya' sukun didahului oleh huruf dal berharakat fathah. Dibaca panjang 6 harakat berhadapan dengan huruf yang diwaqaf. 49. Qalqalah sughra karena huruf qalqalah qaf berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan. 50. Alif lam qamariyah karena huruf alif lam bertemu huruf 'ain. Dibaca secara jelas. 51. Disebut ta' marbutah cara membacanya bila waqaf maka ta berubah menjadi ha yang diwaqaf. 52. Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat. 53. Qalqalah sughra karena huruf qalqalah dal berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan. 54. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ra berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 55. Alif lam qamariyah karena huruf alif lam bertemu huruf 'ain. Dibaca secara jelas. 56. Disebut ta' marbutah cara membacanya bila waqaf maka ta berubah menjadi ha yang diwaqaf. 57. Disebut ta' marbutah cara membacanya bila waqaf maka ta berubah menjadi ha yang diwaqaf. 58. Mad lin karena huruf wau sukun didahului oleh huruf hamzah berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat. 59. Qalqalah sughra karena huruf qalqalah tha berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan. 60. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf 'ain berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 61. Ikhfa karena huruf mim berharakat dhamah tanwin bertemu huruf fa'. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf fa'. 62. Mad tamkin sebab sebelum huruf ya sukun adalah huruf fa berharakat kasrah dan setelahnya huruf ya sukun bertemu huruf ya berharakat fathah. Cara membacanya panjang 2 harakat. 63. Mad lin karena huruf wau sukun didahului oleh huruf ya' berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat. 64. Ikhfa karena huruf mim berharakat kasrah tanwin bertemu huruf dzal. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf dzal. 65. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat kasrah bertemu ya' sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 66. Disebut ta' marbutah cara membacanya bila waqaf maka ta berubah menjadi ha yang diwaqaf. 67. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ta berharakat kasrah bertemu ya' sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 68. Ikhfa karena huruf mim berharakat fathah tanwin bertemu huruf dzal. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf dzal. 69. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 70. Qalqalah sughra karena huruf qalqalah qaf berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan. 71. Disebut ta marbutah cara membacanya bila waqaf maka ta berubah menjadi ha yang diwaqaf. Keterangan lengkap dari nomor-nomor di atas adalah 72. Mad lin karena huruf wau sukun didahului oleh huruf hamzah berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat. 73. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf kaf berharakat kasrah bertemu ya' sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 74. Ikhfa karena huruf nun berharakat fathah tanwin bertemu huruf dzal. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Pada waktu mengucapkan huruf nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf dzal. 75. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 76. Disebut ta' marbutah cara membacanya bila waqaf maka ta berubah menjadi ha yang diwaqaf. 77. Ghunnah sebab mim bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat. 78. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf kaf berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 79. Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah lam. Dibaca idgham masuk ke huruf lam . 80. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat kasrah bertemu ya' sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 81. Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat. 82. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 83. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf wau berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 84. Mad lin karena huruf wau sukun didahului oleh huruf shad berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat. 85. Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah shad. Dibaca idgham masuk ke huruf shad . 86. Qalqalah sughra karena huruf qalqalah ba' berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan. 87. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf wau berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 88. Mad lin karena huruf wau sukun didahului oleh huruf shad berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat. 89. Alif lam qamariyah karena huruf alif lam bertemu huruf mim. Dibaca secara jelas. 90. Disebut ta marbutah cara membacanya bila waqaf maka ta berubah menjadi ha yang diwaqaf. 91. Mad wajib muttashil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 4 atau 5 harakat. 92. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ha' berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 93. Alif lam qamariyah karena huruf alif lam bertemu huruf mim. Dibaca secara jelas. 94. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat kasrah bertemu ya' sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 95. Disebut ta marbutah cara membacanya bila waqaf maka ta berubah menjadi ha yang diwaqaf. 96. Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah lam. Dibaca idgham masuk ke huruf lam . 97. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat kasrah bertemu ya' sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 98. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ra' berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 99. Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat. 100. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ya berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 101. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 102. Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf hamzah. Cara membacanya dengan jelas. 103. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ha' berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 104. Alif lam qamariyah karena huruf alif lam bertemu huruf mim. Dibaca secara jelas. 105. Disebut ta marbutah cara membacanya bila waqaf maka ta berubah menjadi ha yang diwaqaf. 106. Mad lin karena huruf ya' sukun didahului oleh huruf lam berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat. 107. Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf nun. Cara membacanya dengan jelas. 108. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. 109. Idgham bighunnah karena huruf ra berharakat dhamah tanwin bertemu huruf mim. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat. 110. Disebut ta marbutah cara membacanya bila waqaf maka ta berubah menjadi ha yang diwaqaf. Nah, itulah analisis tajwidnya. Kita akan menjadi lebih mahir dalam membaca Al-Quran bila kita merutinkan membacanya. Apalagi ditambah dengan kemampuan ilmu tajwid, akan lebih bagus lagi tentunya. Semoga bermanfaat untuk para pembaca. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. - Surah Al-Balad dalam Al-Quran mengajak kita semua merefleksikan kondisi sulit selama pandemi Covid-19. Hal itu disampaikan oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama NU Lampung Prof. KH Mohammad Mukri. Berikut ini bacaan dan keutamaan surah Al-Balad bagi umat Islam. Sejak pandemi Covid-19 melanda semua negara di dunia. Terjadi disrupsi di berbagai sektor kehidupan, mulai dari restriksi sosial, karantina wilayah, hingga pemutusan hubungan kerja PHK besar-besaran yang menaikkan tingkat pengangguran dalam skala masif. Di Indonesia sendiri, jumlah orang miskin meningkat selama pandemi Covid-19. Laporan Badan Pusat Statistik BPS mencatat kenaikan sebanyak 2,79 juta penduduk miskin Indonesia, dari sebelumnya 24,79 orang 2019 menjadi 27,55 orang 2020. Peningkatan kemiskinan ini menyebabkan banyak orang menderita, terutama bagi masyarakat dengan kelas ekonomi menengah ke bawah. Di sisi lain, orang yang berkecukupan memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu sesamanya yang kesusahan, sebagaimana disampaikan Mohammad Mukri. “Banyak anak yang hidup dalam kesusahan dan memerlukan perhatian kita [di masa pandemi Covid-19]. Mari berbuat baik dengan meringankan beban mereka. Sekecil apa pun itu sudah menjadi sebuah langkah positif,” ujar Mohammad Mukri, sebagaimana dilansir NU Online. Surah Al-Balad mengandung spirit dan hikmah kepedulian sosial selama pandemi Covid-19. Hal itu tertuang dalam ayat 13-17 surah Al-Balad, yang terdiri dari upaya membantu dan meringankan orang yang berada dalam kesulitan. “Dalam ayat 13 yang artinya melepaskan perbudakan dan hamba sahaya, kita maknai sebagai langkah membantu orang lain lepas dari kesulitan ... Selanjutnya ayat 14, 15, dan 16 yakni memberi makan anak yatim dan orang miskin yang sangat fakir, menjadi spirit untuk peduli dan peka terhadap kondisi anak-anak dari keluarga miskin dengan memberi perhatian akibat dampak Covid-19," lanjut Mukri Secara umum, membaca dan merenungkan makna Al-Quran , termasuk surah Al-Balad akan menambah keimanan seorang muslim dan menguatkannya dalam musibah. Tidak hanya itu, Rasulullah SAW juga bersabda dalam hadis yang diriwayatkan Thalhah bin Mutharif “Jika Al-Qur'an dibaca di dekat orang sakit, dia merasa lebih ringan. Pada suatu hari aku memasuki kamar seseorang yang sedang sakit” Aku berkata “Aku melihatmu hari ini dalam keadaan baik”, dia berkata “Telah dibacakan Al Qur'an di dekatku”. Bacaan Surah Al-Balad Latin-Arab dan Terjemahannya Berikut ini bacaan surah Al-Balad dalam bahasa Arab-Latin beserta terjemahannya. لَآ اُقْسِمُ بِهٰذَا الْبَلَدِۙ - ١ Bacaan latinnya "Lā uqsimu bihāżal-balad"Artinya Aku bersumpah dengan negeri ini Mekah, وَاَنْتَ حِلٌّۢ بِهٰذَا الْبَلَدِۙ - ٢ Bacaan latinnya "Wa anta ḥillum bihāżal-balad"Artinya dan engkau Muhammad, bertempat di negeri Mekah ini, وَوَالِدٍ وَّمَا وَلَدَۙ - ٣ Bacaan latinnya "Wa wālidiw wa mā walad"Artinya dan demi pertalian bapak dan anaknya. لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْ كَبَدٍۗ - ٤ Bacaan latinnya "Laqad khalaqnal-insāna fī kabad"Artinya Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah. اَيَحْسَبُ اَنْ لَّنْ يَّقْدِرَ عَلَيْهِ اَحَدٌ ۘ - ٥ Bacaan latinnya "Ayaḥsabu al lay yaqdira alaihi aḥad"Artinya Apakah dia manusia itu mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang berkuasa atasnya? يَقُوْلُ اَهْلَكْتُ مَالًا لُّبَدًاۗ - ٦ Bacaan latinnya "Yaqụlu ahlaktu mālal lubadā"Artinya Dia mengatakan, “Aku telah menghabiskan harta yang banyak.” اَيَحْسَبُ اَنْ لَّمْ يَرَهٗٓ اَحَدٌۗ - ٧ Bacaan latinnya "Ayaḥsabu al lam yarahū aḥad"Artinya Apakah dia mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang melihatnya? اَلَمْ نَجْعَلْ لَّهٗ عَيْنَيْنِۙ - ٨ Bacaan latinnya "Alam naj’al lahụ ainaīn"Artinya Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata, وَلِسَانًا وَّشَفَتَيْنِۙ - ٩ Bacaan latinnya "Wa lisānaw wa syafataīn"Artinya dan lidah dan sepasang bibir? وَهَدَيْنٰهُ النَّجْدَيْنِۙ - ١٠ Bacaan latinnya "Wa hadaināhun-najdaīn"Artinya Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan kebajikan dan kejahatan, فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ ۖ - ١١ Bacaan latinnya "Fa laqtaḥamal-aqabah"Artinya tetapi dia tidak menempuh jalan yang mendaki dan sukar? وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْعَقَبَةُ ۗ - ١٢ Bacaan latinnya "Wa mā adrāka mal-aqabah"Artinya Dan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu? فَكُّ رَقَبَةٍۙ - ١٣ Bacaan latinnya "Fakku raqabah"Artinya yaitu melepaskan perbudakan hamba sahaya, اَوْ اِطْعَامٌ فِيْ يَوْمٍ ذِيْ مَسْغَبَةٍۙ - ١٤ Bacaan latinnya "Au iṭ’āmun fī yaumin żī masgabah"Artinya atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan, يَّتِيْمًا ذَا مَقْرَبَةٍۙ - ١٥ Bacaan latinnya "Yatīman żā maqrabah"Artinya kepada anak yatim yang ada hubungan kerabat, اَوْ مِسْكِيْنًا ذَا مَتْرَبَةٍۗ - ١٦ Bacaan latinnya "Au miskīnan żā matrabah"Artinya atau orang miskin yang sangat fakir. ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِۗ - ١٧ Bacaan latinnya "Tsumma kāna minallażīna āmanụ wa tawāṣau biṣ-ṣabri wa tawāṣau bil-mar-ḥamah"Artinya Kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِۗ - ١٨ Bacaan latinnya "Ulā`ika aṣ-ḥābul-maimanah"Artinya Mereka orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu adalah golongan kanan. وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِنَا هُمْ اَصْحٰبُ الْمَشْئَمَةِۗ - ١٩ Bacaan latinnya "Wallażīna kafarụ bi`āyātinā hum aṣ-ḥābul-masy`amah"Artinya Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri. عَلَيْهِمْ نَارٌ مُّؤْصَدَةٌ ࣖ - ٢٠ Bacaan latinnya "Alaihim nārum mu`ṣadah"Artinya Mereka berada dalam neraka yang ditutup juga Keutamaan Surah Al-Kautsar Tulisan Latin Beserta Arti & Maknanya Makna Surah Al Baqarah Ayat 255 Bacaan Ayat Kursi & Keistimewaan - Pendidikan Kontributor Abdul HadiPenulis Abdul HadiEditor Dhita Koesno Jakarta - Surat Al Balad terdiri dari 20 ayat. Kata Al Balad diambil dari ayat pertama yang berarti ini adalah surat Makkiyyah, yakni turun sebelum Nabi SAW hijrah ke Madinah. Hampir semua pakar tafsir menegaskan hal tersebut, seperti dikutip dari Buku tafsir Al Mishbah jilid 15 oleh Dr M Quraish Balad mengandung isyarat tentang kedudukan mulia kota Mekah. Sekaligus menjelaskan bahwa manusia diciptakan dengan kodrat serta potensi menghadapi serba kesulitan sejak ia dilahirkan hingga sampai ke liang lahat dan kenyataan tersebut mengharuskannya selalu siap berjuang menghadapi berbagai tantangan. Salah satu bentuk perjuangan tersebut adalah perjuangan mengangkat taraf hidup orang-orang lemah seperti anak- anak اُقْسِمُ بِهٰذَا الْبَلَدِۙ - ١lā uqsimu bihāzal-baladAku bersumpah dengan negeri ini Mekah,وَاَنْتَ حِلٌّۢ بِهٰذَا الْبَلَدِۙ - ٢wa anta ḥillum bihāzal-baladdan engkau Muhammad, bertempat di negeri Mekah ini,وَوَالِدٍ وَّمَا وَلَدَۙ - ٣wa wālidiw wa mā waladdan demi pertalian bapak dan خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْ كَبَدٍۗ - ٤laqad khalaqnal-insāna fī kabadSungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah اَنْ لَّنْ يَّقْدِرَ عَلَيْهِ اَحَدٌ ۘ - ٥a yaḥsabu al lay yaqdira 'alaihi aḥadApakah dia manusia itu mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang berkuasa atasnya?يَقُوْلُ اَهْلَكْتُ مَالًا لُّبَدًاۗ - ٦yaqụlu ahlaktu mālal lubadāDia mengatakan, "Aku telah menghabiskan harta yang banyak."اَيَحْسَبُ اَنْ لَّمْ يَرَهٗٓ اَحَدٌۗ - ٧a yaḥsabu al lam yarahū aḥadApakah dia mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang melihatnya?اَلَمْ نَجْعَلْ لَّهٗ عَيْنَيْنِۙ - ٨a lam naj'al lahụ 'ainaīnBukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata,وَلِسَانًا وَّشَفَتَيْنِۙ - ٩wa lisānaw wa syafataīndan lidah dan sepasang bibir?وَهَدَيْنٰهُ النَّجْدَيْنِۙ - ١٠wa hadaināhun-najdaīnDan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan kebajikan dan kejahatan,فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ ۖ - ١١fa laqtaḥamal-'aqabahtetapi dia tidak menempuh jalan yang mendaki dan sukar?وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْعَقَبَةُ ۗ - ١٢wa mā adrāka mal-'aqabahDan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu?فَكُّ رَقَبَةٍۙ - ١٣fakku raqabahyaitu melepaskan perbudakan hamba sahaya,اَوْ اِطْعَامٌ فِيْ يَوْمٍ ذِيْ مَسْغَبَةٍۙ - ١٤au iṭ'āmun fī yaumin zī masgabahatau memberi makan pada hari terjadi kelaparan,يَّتِيْمًا ذَا مَقْرَبَةٍۙ - ١٥yatīman zā maqrabahkepada anak yatim yang ada hubungan kerabat,اَوْ مِسْكِيْنًا ذَا مَتْرَبَةٍۗ - ١٦au miskīnan zā matrabahatau orang miskin yang sangat كَانَ مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِۗ - ١٧summa kāna minallażīna āmanụ wa tawāṣau biṣ-ṣabri wa tawāṣau bil-mar-ḥamahKemudian dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih اَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِۗ - ١٨ulā`ika aṣ-ḥābul-maimanahMereka orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu adalah golongan كَفَرُوْا بِاٰيٰتِنَا هُمْ اَصْحٰبُ الْمَشْئَمَةِۗ -١٩wallażīna kafarụ bi`āyātinā hum aṣ-ḥābul-masy`amahalaihim nārum mu`ṣadahDan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan نَارٌ مُّؤْصَدَةٌ ࣖ - ٢٠Mereka berada dalam neraka yang ditutup Al Balad merupakan wahyu yang ke-34 yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW. Surat itu turun sebelum surat Qaf dan sesudah surat Ath Thariq. nwy/erd Negeri Makkiyah Surah ke-90 20 Ayat بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 1 لَآ اُقْسِمُ بِهٰذَا الْبَلَدِۙ lā uqsimu bihāżal-balad Aku bersumpah dengan negeri ini Mekah, 2 وَاَنْتَ حِلٌّۢ بِهٰذَا الْبَلَدِۙ wa anta ḥillum bihāżal-balad dan engkau Muhammad, bertempat di negeri Mekah ini, 3 وَوَالِدٍ وَّمَا وَلَدَۙ wa wālidiw wa mā walad dan demi pertalian bapak dan anaknya. 4 لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْ كَبَدٍۗ laqad khalaqnal-insāna fī kabad Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah. 5 اَيَحْسَبُ اَنْ لَّنْ يَّقْدِرَ عَلَيْهِ اَحَدٌ ۘ a yaḥsabu al lay yaqdira 'alaihi aḥad Apakah dia manusia itu mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang berkuasa atasnya? 6 يَقُوْلُ اَهْلَكْتُ مَالًا لُّبَدًاۗ yaqụlu ahlaktu mālal lubadā Dia mengatakan, “Aku telah menghabiskan harta yang banyak.” 7 اَيَحْسَبُ اَنْ لَّمْ يَرَهٗٓ اَحَدٌۗ a yaḥsabu al lam yarahū aḥad Apakah dia mengira bahwa tidak ada sesuatu pun yang melihatnya? 8 اَلَمْ نَجْعَلْ لَّهٗ عَيْنَيْنِۙ a lam naj'al lahụ 'ainaīn Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata, 9 وَلِسَانًا وَّشَفَتَيْنِۙ wa lisānaw wa syafataīn dan lidah dan sepasang bibir? 10 وَهَدَيْنٰهُ النَّجْدَيْنِۙ wa hadaināhun-najdaīn Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan kebajikan dan kejahatan, 11 فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ ۖ fa laqtaḥamal-'aqabah tetapi dia tidak menempuh jalan yang mendaki dan sukar? 12 وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْعَقَبَةُ ۗ wa mā adrāka mal-'aqabah Dan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu? 13 فَكُّ رَقَبَةٍۙ fakku raqabah yaitu melepaskan perbudakan hamba sahaya, 14 اَوْ اِطْعَامٌ فِيْ يَوْمٍ ذِيْ مَسْغَبَةٍۙ au iṭ'āmun fī yaumin żī masgabah atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan, 15 يَّتِيْمًا ذَا مَقْرَبَةٍۙ yatīman żā maqrabah kepada anak yatim yang ada hubungan kerabat, 16 اَوْ مِسْكِيْنًا ذَا مَتْرَبَةٍۗ au miskīnan żā matrabah atau orang miskin yang sangat fakir. 17 ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِۗ ṡumma kāna minallażīna āmanụ wa tawāṣau biṣ-ṣabri wa tawāṣau bil-mar-ḥamah Kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. 18 اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِۗ ulā`ika aṣ-ḥābul-maimanah Mereka orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu adalah golongan kanan. 19 وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِنَا هُمْ اَصْحٰبُ الْمَشْئَمَةِۗ wallażīna kafarụ bi`āyātinā hum aṣ-ḥābul-masy`amah Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri. 20 عَلَيْهِمْ نَارٌ مُّؤْصَدَةٌ 'alaihim nārum mu`ṣadah

hukum bacaan surat al balad